
Malam Dana Kepedulian Sinabung yang kemarin dilaksanakan di Unika Atma Jaya, sekalipun tidak berjalan sebagaimana mestinya, sejumlah artis ibukota turut mendukung, seperti Edo Kondologit dan Andre Hehanussa, termasuk pula dukungan dari Psikolog Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto) mantan Ketua Komnas Perlindungan Anak.
Kak Seto yang direncanakan hadir menyampaikan pidato bela rasa, saudara sebangsa Indonesia bagi saudara sebangsa Masyarakat Karo di seluruh Indonesia, bertajuk "Merayakan Derita, Memperkuat Persatuan", pada akhirnya tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Namun demikian materi pidato sudah disampaikan oleh Kak Seto kepada penyelenggara.
Berikut petikan pidato bela rasa yang semula akan disampaikan Kak Seto :
"Hari ini, ditengah kemeriahan menyambut Hari Raya Idul Fitri menuju kemanusiaan kita yang fitri, setelah sebulan berpuasa, kita hadir ditempat ini untuk mengungkapkan bela rasa kita kepada saudara-saudari sebangsa kita dikawasan sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. Kita berbela rasa dengan perempuan dan anak-anak yang ketakutan karena gemuruh letusan gunung berapi. Kita berbela rasa dengan para kepala rumah tangga yang harus berpikir keras mengatasi rusaknya lahan pertanian mereka setelah pasca bencana. Kita berbela rasa dengan alam yang mengalami kerusakan akibat letusan gunung berapi Gunung Sinabung, beberapa hari lalu.
Malam ini, kita semua yang hadir ditempat ini, juga saudara-saudari sebangsa diberbagai belahan dunia, dipanggil untuk saling bergandeng tangan dan secara bersama MERAYAKAN DERITA, MEMPERKUAT PERSATUAN. Kita merayakan derita sebagai sebuah ungkapan untuk menerima kenyataan yang tidak bisa kita elakkan sebagai sebuah bencana dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita merayakan derita sebagai sebuah cara untuk melihat seluruh kenyataan apapun didunia ini, dengan sikap kepasrahan dalam syukur atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Saat ini, ketika kita merayakan derita melalai ungkapan solidaritas dan kebersamaan kita, kita melihat bahwa dari derita yang kita alami dapat memberdayakan dan memperkuat persatuan. Malam ini, berbagai suku bangsa di Indonesia berbela rasa dengan penampilan seni pertunjukkan mereka. Kita saling berbagi kasih, saling berbagi hidup. Kita memahami bersama bahwa di kala derita, kita semua terpanggil untuk semakin memperkuat persatuan. Dan malam ini, kita membuktikannya dengan saling berbagi bagi saudara-saudari sebangsa kita dikawasan Gunung Sinabung. Kita berharap apa yang berhasil kita kumpulkan ini akan teramat sangat berguna, bagi pemulihan alam, kemanusiaan dan kehidupan melalui Program Rehabilitasi BANGKIT BAGI SINABUNG, yang diprakarsai oleh pemuda dan mahasiswa melalui wadah SAVE OUR SINABUNG. Kiranya semangat untuk memperbaharui kemanusiaan kita menuju yang fitri akan menyemangati kita untuk selalu MERAYAKAN DERITA, MEMPERKUAT PERSATUAN." (DPT)