
Satu tahun pemerintahan Presiden SBY diperingati oleh ribuan massa, dengan mendemo Istana Negara siang hingga sore tadi (20 Oktober 2010).
Massa yang berasal dari banyak elemen seperti : Persatuan Oposisi Nasional, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Kontras, KIPP, KPRM-PRD, CGM UBK, termasuk tokoh LSM dan Akademisi seperti Ray Rangkuti, Fadjrul Rachman, Effendi Ghazali, memadati jalan menuju Istana Negara, sejak siang sekitar pukul 1 hingga sore menjelang maghrib.
Isu yang diusung oleh aksi demonstrasi ribuan orang didepan Istana Negara tadi siang, dibalik berbagai pernyataan dan kata-kata dalam spanduk, baliho, selebaran, dan bentuk lainnya, adalah meminta Presiden SBY berhenti dari jabatannya, karena dianggap gagal menjalankan mandat rakyat.
Kata-kata 'gulingkan SBY' tidak sedikit terlihat diberbagai media demonstrasi, terutama isu tersebut diusung oleh kalangan aktifis buruh dan mahasiswa. Namun demikian, aksi demonstrasi tersebut masih dapat dikendalikan oleh aparat keamanan, sekalipun akhirnya terjadi bentrokan menjelang sore hari, polisi berhasil mencegah terjadinya benturan yang lebih parah lagi, mengingat pagar kawat berduri sudah coba digeser-geser oleh massa. (DPT)