
Romo Benny Susetyo mengungkapkan hasil survei Setara Institute, memperlihatkan bahwa sejak memasuki tahun 2010, eskalasi penyerangan terhadap rumah ibadah, khususnya terhadap jemaat Kristiani, terus meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2008 terdapat 17 kasus, tahun 2009 terdapat 18 tindakan pelanggaran yang menyasar jemaat Kristiani dalam berbagai bentuk, sementara 2010 sejak Juni-Juli tercatat 28 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan.
"Berbagai kasus yang terjadi, dapat menjadi pemicu keretakan toleransi kehidupan beragama yang demikian rawan goncangan" ditegaskan oleh Romo Benny menyikapi berbagai kasus yang terjadi. Negara banyak melakukan pembiaran atas berbagai tindak kekerasan yang terjadi. Demikian suara keprihatinan Romo dalam Diskusi Megawati Institute bertajuk "Dinamika Pluralisme : Masihkah ada pluralisme di Indonesia?" siang tadi (21 Oktober 2010) di Jakarta.
Negara disandera oleh kapitalisme dan radikalisme, sehingga negara tidak lagi mampu menyediakan tempat yang setara bagi setiap warga negaranya dalam menjalankan hak beribadahnya. (DPT)