Skip to content Skip to navigation

Komunitas kristen bangga terhadap Bang As

Bang AsAsmara Nababan (64 tahun) yang akrab disapa dengan sebutan 'Bang As', seorang aktivis kemanusiaan sejati, pejuang HAM tiada henti, kini telah pergi meninggalkan kita oleh karena kanker paru yang dideritanya.

Mantan Sekretaris Jenderal Komnasham periode 1998-2002, banyak menghabiskan hidupnya di jalur pengabdian melalui aktifitas LSM, sebut saja seperti INFID, ELSAM, PIJAR, Demos, KID, Kontras, HRRCA, Yakoma PGI, dan lain sebagainya. Kiprah perjuangannya pernah menggiring Bang As mengambil posisi berseberangan dengan penguasa saat itu (Orde Baru).

Bang As bersama Arief Budiman dan Adnan Buyung Nasution, sebelum Pemilu 1973 mempelopori gerakan politik yang dikenal sebagai Golongan Putih (Golput), yang mengkritisi penyelenggaraan pemilu yang tidak demokratis. Tidak hanya itu, Bang As pun menjadi salah satu pelopor aktifis menentang proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Aktifis GMKI Jakarta era awal tahun 1970-an, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di FH UI, pernah mengenyam pendidikan FK UKI, Fakultas Sastra UKI, dan Studi Perfilman IKJ, merupakan tipe aktifis yang memiliki konsistensi gerakan dalam memperjuangkan demokrasi.

Pria Batak yang bernama lengkap Asmara Victor Michael Nababan, lahir 2 September 1946 di Siborong-borong Tapanuli Utara Sumatera Utara, adik kandung mantan Ephorus HKBP Pdt. Dr. S.A.E Nababan, menikah dengan rekannya sesama kader GMKI, Magdalena Helmyna Maniara br Sitorus (juga seorang aktifis LSM, pergerakan perempuan dan perlindungan anak) pada 20 Februari 1974, dikaruniai 3 puteri dan 1 putera.

Komunitas kristen yang diwakili oleh organisasi tingkat nasional, seperti PGI, PIKI, Parkindo, GMKI, GAMKI, GSKI, PWKI, dalam rangka memberikan penghormatan terakhir pada Bang As, kemarin malam (31 Oktober 2010) sekitar pukul 18.00 wib, bertempat dikediaman keluarga almarhum Bang As, di Jl. Rasamala No. 31 Menteng Dalam Jakarta Selatan, mengadakan Ibadah Penghiburan yang dihadiri ratusan aktifis dan senior rekan-rekan Bang As. Nampak hadir dalam ibadah tersebut, Sekjen PGI Pdt. Gomar Goeltom, Pdt. Saut Sirait (Ketua Umum DPP Parkindo, juga anggota KPU), Cornelius D. Ronowidjojo (Ketua Umum DPP PIKI), Mambe Rumakiek (Ketua Umum PP GMKI), Gabarel Sinaga (Ketua DPP GAMKI), dan yang lainnya, dilayani oleh Pdt. Suyapto sebagai pelayan firman Tuhan malam itu.

Cornelius D. Ronowidjojo didaulat oleh komunitas organisasi kristen untuk menyampaikan ungkapan rasa atas kepergiannya Bang As. Dalam sambutannya, Bang Cornelius menekankan, bahwa komunitas kristen bangga terhadap Bang As dan segala perjuangannya. "Tidak hanya kita, keluarga, tetapi juga bangsa ini bangga terhadap seorang Asmara Nababan".

Kini pejuang HAM tiada henti itu, saat usianya baru saja menjadi 64, dalam suasana Indonesia berduka oleh karena Tsunami Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi, dan maraknya peringatan Hari Sumpah Pemuda, pejuang itu kini telah pergi mendahului kita, menghadap Sang Khalik. Tentu perjuangannya tidak akan berhenti. Semoga muncul Asmara Nababan-Asmara Nababan muda, yang akan meneruskan perjuangan Bang As. (DPT)

Advertorial