Skip to content Skip to navigation

Komentar tokoh tentang Asmara Nababan

Bang AsAsmara Nababan yang meninggal bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2010, di Rumah Sakit Fuda, Guang Zhou China, pada pukul 12.30 waktu setempat (sekitar pukul 11.30 wib), meninggalkan kesan yang mendalam bagi mereka yang mengenalnya secar a pribadi.

Berikut petikan komentar tokoh mengenai pribadi seorang Asmara Nababan (diambil dari Buku In Memoriam Asmara Victor Michael Nababan) :

  • Hendardi (Ketua Setara Institute) : Bang As merupakan salah satu intelektual dan aktivis HAM dan demokrasi, yang tidak saja mengembangkan gagasan-gagasan ilmiah dan progresif, tapi juga menjalani dan menekuninya sebagai bagian hidup yang tak terpisahkan.
  • Ifdhal Kasim (Ketua Komnas HAM) : Seumur hidupnya Asmara tidak ingin mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, bahkan beberapa jalan tol di Jakarta, juga tidak ingin dilewatinya karena Asmara tahu persis, terdapat kecurangan atau korupsi dibalik pembangunan jalan tersebut.
  • Usman Hamid (Koordinator Kontras) : Sebenarnya ia dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya keluarganya, tapi ia memilih tetap sederhana dan rendah hati. Ia selalu bersepatu sandal dan menyandang tas kain. Kesederhanaan itulah kekuatan Bang As.
  • Adnan Buyung Nasution (Advokat Senior) : Pengabdian Asmara dalam gerakan HAM adalah luarbiasa dan patut menjadi contoh bagi generasi muda, beliau pejuang HAM nomor wahid, penuh dedikasi, tegas dan berani.
  • Bara Hasibuan (Ketua DPP PAN) : Asmara aktivis HAM yang mampu bersikap realistis dalam berjuang. Selama Asmara menjabat Sekjen, Komnas HAM sangat aktif membentuk KPP HAM untuk menyelidiki berbagai kasus pelanggaran HAM. (DPT)

Advertorial