Skip to content Skip to navigation

Prof. DR. Midian Sirait 'Sang Maestro Politik' telah tiada

Midian SiraitIndonesia kehilangan salah satu tokoh besar memasuki tahun 2011, dia termasuk salah satu arsitek pembangunan bangsa dan negara, dia termasuk pendiri organisasi kepemudaan terbesar Komite Nasional Pemuda Indonesia, dia termasuk 'Sang Maestro Politik', dia adalah Prof. DR. Midian Sirait.

Prof. DR. Midian Sirait meninggal dunia pada tanggal 9 Januari 2011 sekitar pukul 09.30 wib, dikarenakan sakit yang telah lama dideritanya. Pria kelahiran Porsea 12 November 1928, meninggal pada usia 82 tahun, meninggalkan 3 orang anak (Sondang Sirait, Poltak Michael Sirait, Sinta Ria Sirait) dan 4 orang cucu (Gabriella br Pandjaitan, Joshua Pandjaitan, Marcel Sirait, dan Inez br Sirait). Istri Prof. DR. Midian Sirait telah lebih dulu meninggal dunia beberapa bulan sebelumnya.

Penghormatan kepada almarhum 'Sang Maestro Politik' tidak hanya berasal dari masyarakat ataupun kerabat almarhum, tetapi juga negara. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan anugerah Bintang Mahaputera Kelas 1 kepada almarhum pada tanggal 17 Agustus 2010 lalu. Selain itu, nampak terpampang sejumlah karangan bungan dari berbagai tokoh nasional, seperti Akbar Tandjung (Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar), Aburizal Bakrie (Ketua Umum DPP Partai Golkar), Nurdin Tampubolon (Ketua DPP Partai Gerindra), dan banyak lagi lainnya.

Almarhum adalah Guru Besar (Emeritus) dari ITB, pernah mengenyam pendidikan tinggi di Jerman, dan pernah menjadi Wakil Ketua BPC GMKI Bandung (1954-1956) akan dimakamkan di kampung halaman almarhun di Porsea, dan besok akan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta, dengan diawali upacara militer pada pagi hari.

Cinderamata sejarah yang almarhum tinggalkan bagi negeri ini selain berbagai pemikiran dan tulisan, juga pendirian KNPI di tahun 1973, Sekber Golkar, dan pendirian Partai Demokrasi Kasih Bangsa, termasuk pula pelestarian Danau Toba.

Selamat jalan 'Sang Maestro Politik' Prof. DR. Midian Sirait, semoga segala jasa dan karyamu senantiasa berguna bagi kemajuan dan perkembangan negeri ini. (DPT)

Advertorial