Skip to content Skip to navigation

Siapa yang ingin menggergaji singgasana Presiden SBY ?

Kursi Presiden digergajiKritikan para Tokoh Agama kepada Presiden SBY yang menyatakan bahwa Presiden SBY banyak melakukan kebohongan publik, dan pelanggaran konstitusi, telah mendorong beberapa pihak untuk bereaksi lebih jauh lagi.

Keluhan Presiden SBY tentang gaji dirinya yang tidak pernah mengalami kenaikan selama 7 tahun, disaat harga cabe masih melambung tinggi, telah mendorong aksi keprihatinan Try Sutrisno (mantan Wakil Presiden) dengan memberikan uang recehan untuk membantu menambahkan gaji presiden.

Berbagai proses politik belakangan ini, semakin membuka lebar tabir pemakzulan terhadap singgasana Presiden SBY yang telah nyaman didudukinya selama 7 tahun. Belum lagi proses politik tersebut didukung oleh proses hukum yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi dengan memberi keleluasaan dalam penggunaan hak menentukan pendapat DPR.

Akankah pemakzulan terhadap Presiden SBY menjadi suatu keniscayaan? Apakah memang gerakan moral para Tokoh Agama merupakan gerakan politik sebagaimana disitir oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam? Bila demikian, siapakah pihak yang memainkan peran utama dibalik skenario pemakzulan?

Sore tadi sekitar pukul 3 (25 Januari 2011) di Jalan Diponegoro sejumlah pemuda melakukan aksi demonstrasi, persis didepan Gedung YLBHI. Aksi tersebut mengusung tema salah satunya adalah menurunkan SBY.

Melalui selebaran yang dibagikan dengan judul "Panitia Rapat Umum Pemuda Indonesia" dinyatakan bahwa bagi pemuda Indonesia, SBY-Boediono tetap pembohong rakyat dan pengkhianat bangsa.

Panitia yang merupakan gabungan dari sejumlah elemen pergerakan rakyat, seperti Gerakan Pemuda untuk Revolusi Indonesia (GARUDA), Guntur 49, FAM UI, PRD, CGM, Petisi 28, RepDem, LMND, dan lainnya, mengajak para pemuda untuk mengikuti aksi demonstrasi didepan Istana Negara pada tanggal 28 Januari 2011 jam 2 siang, dengan isu Turunkan SBY, Turunkan Harga, dan Tangkap Koruptor. (DPT)

Advertorial