
Kasus pembantaian Jemaah Ahmadyah di Pandeglang Banten, belum tuntas ditangani aparat hukum, mencuat kasus Temanggung yang memberangus 3 gereja dan pembakaran mobil aparat oleh massa bernuansa agama tertentu.
Pembantaian Jemaah Ahmadyah atas nama perbedaan keyakinan telah memilukan nurani bangsa, telah mengorbankan sia-sia 3 nyawa anak manusia dengan sadis, kini ditambah lagi dengan alasan yang sama, ratusan massa entah darimana, mengamuk, merusak dan membakar 3 gereja di Temanggung Jawa Tengah.
Apakah ini semua merupakan rangkaian dari aksi para Tokoh Agama yang menyatakan perang terhadap kebohongan pemerintah? Apakah ini suatu pra-kondisi akan munculnya gerakan otoritarian baru di Indonesia, dengan pengkondisian melakukan pembiaran atas berbagai masalah masyarakat? Apakah sudah sedemikian peliknya pertarungan politik para elit negeri, sehingga tidak perduli bila harus mengorbankan anak bangsa atas nama apapun?
Siapa sesungguhnya yang bermain dibelakang peristiwa-peristiwa ini? Apakah memang ini murni kasus yang tidak berkaitan satu sama lainnya? Apakah memang sudah sedemikian berani dan brutalnya masyarakat bertindak, bila tidak ada kekuatan yang lebih besar yang akan melindunginya?
Saatnya tiba bagi seluruh elemen rakyat Pancasila untuk merapatkan barisan, menyatukan pandangan, untuk melawan kekuatan pihak manapun yang hendak membakar hangus Pancasila dan Merah Putih dari Bumi Pertiwi ini.
Presiden SBY, sebagai presiden terpilih langsung pilihan rakyat secara mayoritas, segeralah ambil tindakan tegas, jangan lagi bermain kata-kata dan politik pencitraan yang sudah memuakkan hati nurani rakyat. Selamatkan negeri ini dari kelompok preman politik, bila tidak, maka hati nurani rakyat akan mendorong rakyat bereaksi mencari jalan keselamatannya sendiri. (DPT)