Skip to content Skip to navigation

Kepengurusan PSSI 'ditentukan' Komite Normalisasi

PSSIPermasalahan 'dalam negeri' Indonesia kini dicampuri oleh pihak asing, hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang sesungguhnya masalah internal negeri. Permasalahan yang dimaksud ialah polemik penyelenggaraan Kongres PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).

Polemik penyelenggaraan Kongres PSSI terjadi dikarenakan adanya gelombang penolakan terhadap wacana pencalonan kembali Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Penolakan dilakukan dibanyak daerah dan oleh ratusan ribu massa dari berbagai kelompok masyarakat.

Kongres yang sedianya dilaksanakan beberapa waktu lalu di Pekanbaru Riau, ternyata dibatalkan oleh PSSI oleh karena terjadinya kekisruhan, tentang kepesertaan kongres dan sejumlah kejanggalan lainnya.

FIFA sebagai induk organisasi sepakbola internasional, akhirnya mengambil langkah intervensi untuk menghentikan kekisruhan yang terjadi dalam tubuh  PSSI, dengan membentuk langsung Komite Normalisasi yang akan mengambil alih sementara kepengurusan PSSI, dengan tugas melaksanakan kongres yang akan memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif.

Komite Normalisasi yang dikomandani oleh Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar, yang juga mantan Ketua Umum PSSI, didukung oleh 6 orang anggota, ditargetkan untuk melaksanakan Kongres PSSI selambat-lambatnya pada 21 Mei 2011. Pelaksanaan kongres tersebut mendapat dukungan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng, termasuk dalam memberikan ijin menggunakan eks-kantor PSSI di kawasan Senayan. (DPT)

Advertorial