
Kontroversi terkait sejarah Kodam se-Indonesia mencuat, seiring dengan rencana pembongkaran rumah yang dulunya kediaman Kolonel Surachmad di Kediri.
Pemberitaan yang marak muncul belakangan ini mengatakan, bahwa rumah Kolonel Surachmad di Kediri tersebut, merupakan sejarah lahirnya Kodam se-Indonesia. Tapi apakah memang demikian sejarahnya ?
Ismet Rauf mantan wartawan spesialis militer, yang pernah bertugas lebih dari 35 tahun, kini sebagai Ketua Dewan Etik PWI Jaya, dalam tulisan status di akun FB pribadinya, menyatakan sanggahannya tentang keterkaitan Kolonel Surachmad sebagai perintis lahirnya Kodam se-Indonesia.
" (Saya) Sebagai wartawan spesialisasi militer (dan Asia Tenggara) selama lebih 35 tahun, saya 100% sangsi Kol. Soerachmad dikatakan sebagai perintis Kodam se-Indonesia. Bahwa dia pernah memimpin Kodam Brawijaya di masa KASAD Jenderal Abdul Haris Nasution, itu adalah benar. " demikian diungkapkan oleh lelaki yang kini menjadi Pemred Majalah Lintas.
Lebih lanjut Ismet menjelaskan, " Sebelumnya namanya Tentara dan Teritorium (TT) sebanyak tujuh buah diseluruh RI, misalnya TT I/Bukit Barisan (Aceh-Sumut-Sumbar-Riau) dengan Kol. Maluddin Simbolon sebagai Panglima dan TT VII/Wirabuana meliputi Indonesia Bagian Timur dengan Kol. Vence Sumual sebagai Panglima. Lalu sesudah TNI AD dibawah pimpinan Pak Nas berhasil mengatasi PRRI/Permesta, Pak Nas sesudah dengar pendapat staf di Markas Besar, ganti nama TT dengan Kodam (menjadi 17 Kodam), termasuk TT I dipecah jadi tiga (Kodam Iskandar Muda-Aceh, Bukit Barisan-Sumut, dan 17 Agustus -Sumbar/Riau), sementara di Jatim adalah Kodam Brawijaya".
Ismet juga menyayangkan pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kol. Surachmad adalah perintis Kodam se-Indonesia. " Saya imbau kawan-kawan untuk akurat dan teliti lagi dalam sebut mendiang Kol. Surachmat sebagai perintis Kodam se-Indonesia, dengan data yang otentik, untuk kebenaran sejarah, dan untuk jaga kredibilitas kita" demikian penjelasan Ismet dalam akun FB dirinya. (DPT)