
Maraknya aksi radikalisme bernuansa agama di Indonesia, telah menjadi keprihatinan banyak kalangan, belum lagi tren belakangan 'bangkitnya' gerakan NII yang disinyalir berada dibelakang hilangnya sejumlah mahasiswa.
Aksi radikalisme bernuansa agama, dikhawatirkan akan semakin menggerus semangat kebangsaan kita, sehingga bisa jadi memicu disintegrasi bangsa.
Mencermati aksi radikalisme bernuansa agama yang banyak melibatkan unsur pemuda, ternyata telah menjadi suatu inspirasi tersendiri bagi para pelajar. Penelitian yang dilakukan oleh LaKIP (Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian) terhadap komunitas pelajar di DKI Jakarta, menunjukkan 49 % pelajar di Jakarta menyetujui aksi radikalisme karena alasan agama, bahkan 41 % diantaranya bersedia terlibat dalam aksi radikalisme terhadap aliran agama tertentu.
Hasil kajian LaKIP tersebut dilansir oleh Ketua FKUB DKI Jakarta Ahmad Syafii Mufid kemarin (26 April 2011), saat usai Diskusi Kontroversi Pembangunan Gereja di kantor PGI Jl. Salemba Raya 10 Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip Gerejani Dot Com dari situs resmi PGI. (DPT)