
Kontroversi kunjungan kerja (kunker) anggota DPR RI ke sejumlah negara, tidak hanya menuai protes dari dalam negeri, tetapi juga komunitas orang Indonesia di luarnegeri.
PPI Australia (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) sebagai wadah yang menghimpun sekitar 18000 pelajar Indonesia, yang menempuh studi tidak hanya tingkatan sekolah, tetapi juga kuliah di wilayah benua Kangguru tersebut.
PPI Australia mengetahui rencana kunjungan kerja (kunker) Komisi VIII DPR RI ke Australia, melayangkan surat kepada Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Kadir Karding pada 25 April 2011, yang intinya menyatakan sikap PPI Australia, terhadap rencana kunker tersebut, agar ditunda dan dijadwalkan ulang, hal ini mengingat parlemen di Australia sedang libur paskah dan masa reses.
Selain meminta penjadwalan ulang, PPI Australia pun menyebut kunker tersebut tidak ubahnya bagaikan kunjungan wisata, meski PPI Australia menyadari bahwa bisa saja ada maksud baik dari kunker tersebut.
Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PPI Australia M. Zubhan Zein dan Wakil Ketua Umum Dirgayuza Setiawan. (klik disini baca Surat PPI Australia). (DPT)