
Rekson Silaban selaku aktivis buruh yang kini juga Ketua Perkumpulan Senior GMKI, dalam dialog memperingati Reformasi, yang diadakan di Galeri Cafe TIM Cikini kemarin siang (26 Mei 2011), menyatakan bahwa reformasi belum gagal total.
"Kita perlu merumuskan siapa 'common enemy' kita, seperti halnya saat dulu kita menjadikan Soeharto dan orde baru-nya sebagai musuh bersama" demikian diutarakan Rekson menanggapi wacana yang menyatakan reformasi gagal.
Wacana tentang reformasi gagal semakin menyeruak dipicu oleh rilis hasil riset Indo-Barometer, yang menyatakan bahwa Soeharto dan Orde Baru adalah presiden dan masa pemerintahan yang terbaik.
"Transisi politik Indonesia nampaknya akan mengambil periode waktu yang panjang, karena transformasi politik sulit dilakukan dengan sistem politik Indonesia yang mahal. Tercerai berainya aktivis diberbagai partai dengan mengusung agenda politik yang berbeda, membuat desakan perubahan secara kolektif semakin sulit. Musuh bersama menjadi kabur, aliasi politik juga sulit dibangun, karena kepentingan politik partai menjadi lebih kuat ketimbang kepentingan mewujudkan cita-cita bangsa. Untuk itu, pemuda perlu merumuskan 'common enemy' untuk mempersatukan gerakan perubahan untuk memulai agenda perubahan" demikian disampaikan pria yang pernah menjadi Ketua BPC GMKI Siantar. (DPT)