Skip to content Skip to navigation

Calon Gubernur DKI pilihan PDI Perjuangan

PDI-PerjuanganPemilu Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah DKI Jakarta akan berlangsung pada tahun 2012, saat ini ramai dibicarakan figur-figur yang dipandang layak menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta.

Para elit parpol di DKI Jakarta pun tidak tinggal diam, berbagai langkah sudah dipersiapkan, satu diantaranya adalah survey ketokohan dan kelayakan terpilih.

PDI Perjuangan sebagai partai yang memiliki peluang besar mengajukan Calon Gubernur, baru saja merilis hasil survey partainya mengenai calon gubernur yang akan diusungnya kelak.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo (Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Dapil Jakarta Timur) menyampaikan hasil survey yang dilaksanakan pada tanggal 18-23 Maret 2011 dengan sampel 1.436 responden dari 44 Kecamatan se-DKI Jakarta, tingkat kepercayaan mencapai 95 % dengan sampling error sekitar 4,8  % menggunakan metode multistage random sampling.

Hasil survey menunjukkan bahwa dua nama yang mendapat suara tertinggi adalah  28,3 % masyarakat menghendaki Fauzi Bowo kembali menjadi Calon Gubernur , menyusul pada posisi kedua dengan 27,4 % Rano Karno (saat ini Wakil Bupati Tangerang).

Sementara menyangkut pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur, publik menghendaki pasangan Fauzi Bowo-Rano Karno sebanyak 38 %, mengalahkan pasagan calon lainnya.

Mengamati penjelasan pria yang akrab disapa Rio tersebut, Gerejani Dot Com melihat ada satu bagian yang paradoks, yakni pada satu sisi dinyatakan bahwa Fauzi Bowo adalah figur calon Gubernur yang paling dikehendaki publik, tetapi pada penjelasan tentang kepuasan publik terhadap kinerja Pemda DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta, justru mayoritas responden menyatakan ketidakpuasannya (sebesar 74,7 % ) dan hanya 0,2 % yang menyatakan sangat baik, dan baik sebesar 12,3 %.

Bagaimana mungkin responden yang sama menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja pemerintahan Fauzi Bowo saat ini, tetapi justru mengharapkannya kembali menjadi  Calon Gubernur? Fenomena hasil survey ini sama dengan rilis hasil survey Indo-Barometer yang menyatakan masyarakat menilai Soeharto dan Orde Baru sebagai Presiden dan era pemerintahan yang terbaik, tetapi paradoksnya justru hingga kini tidak ada satupun kekuatan politik yang didirikan oleh Soehartois maupun Keluarga Cendana, yang mendapat dukungan suara riil terbesar dalam pemilu.

Nampaknya masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mencerna hasil survey yang dilakukan oleh parpol, maupun berbagai lembaga survey, bisa jadi sesungguhnya penyampaian hasil survey tersebut justru bagian dari propaganda menuju sukses pemilihan kepala daerah. (DPT)

Advertorial