
Babak baru perseteruan Mahfud MD (Ketua MK RI) dengan Muhammad Nazaruddin (mantan Bendum DPP Partai Demokrat) telah dimulai, setelah sebelumnya terjadi adu argumen antar kedua tokoh tersebut, lalu aksi saling bantah antara Sekjen MK RI Djanedri Gaffar dengan Muhammad Nazaruddin di stasiun TV swasta beberapa hari lalu, kini muncul blog yang diakui milik Muhammad Nazaruddin, dengan nama Nazaruddin78.blogspot.com.
Blog Nazaruddin78.blogspot.com memuat testimoni Muhammad Nazaruddin yang masih berada di Singapura, tentang berbagai kasus yang dialamatkan kepada dirinya, seperti tuduhan pelecehan/upaya pemerkosaan SPG di Bandung, dugaan keterlibatan upaya suap terhadap Sesmenpora Wafid Muharram, dan hingga tudingan upaya sogok kepada Sekjen MK RI Djanedri Gaffar.
Mencermati berbagai kasus yang dialami oleh Muhammad Nazaruddin, hingga dirinya dipecat dari jabatan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, hanya kasus yang terkait dengan Mahfud MD yang kini menyita perhatian publik. Mengapa demikian?
Mahfud MD sebagai seorang ketua lembaga setingkat lembaga tinggi negara, tentu dipandang sebagi figur yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan yang tidak kecil, terlebih dia memimpin lembaga penegakkan hukum dan peradilan, Mahkamah Konstitusi. Jadi tidak heran bila banyak pihak menaruh minat terhadap menyeruaknya kasus yang melibatkan Mahfud MD tersebut.
Apa yang hendak diungkap sesungguhnya oleh Mahfud MD dibalik upaya penyampaian laporan tentang pemberian yang sekitar Sin $ 120 ribu oleh Muhammad Nazaruddin kepada Sekjen MK Djanedri Gaffar tahun 2010 lalu? Apakah sekedar memberi pelajaran soal etika berpolitik? Nampaknya terlalu naif bila hanya sekedar pelajaran etika terhadap Muhmmad Nazaruddin.
Berdasarkan penelusuran Gerejani Dot Com terhadap berbagai pemberitaan terkait dengan kasus yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, Mahfud MD, Partai Demokrat, dan pemberitaan lain yang memiliki keterkaitan, serta sejumlah forum dialog, nampak samar-samar benang merah diantara semuanya tersebut.
Langkah kontroversi Mahfud MD dalam upaya penegakkan hukum dan keadilan tidak sekali ini saja terjadi, dan karenanya Gerejani Dot Com yakin bahwa sedang ada upaya serius dan strategis yang hendak diungkap oleh Mahfud MD dibalik kasus Muhammad Nazaruddin, dan sepertinya itu terkait dengan eksistensi Partai Demokrat dan Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 nanti. (DPT)