
Kepala BNN RI Gories Mere saat menyampaikan kata sambutan, pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2011 di Lapangan Silang Monas, kemarin (26 Juni 2011) menegaskan bahwa prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia, pada tahun 2015 akan meningkat menjadi sekitar 5,1 juta orang.
"Peningkatan prevalensi penyalahguna dapat makin mengundang beroperasinya jaringan sindikat narkoba di Indonesia" demikian diutarakan Gories.
Gories sebagai orang nomor satu di BNN mengemukakan bahwa, instansi yang dipimpinnya telah mempunyai langkah antisipasi dalam menghadapi tantangan yang ada, yakni :
-
Peningkatan kampanye nasional yang massive sampai ke pelosok desa terhadap ancaman bahaya narkoba.
-
Telah dilakukan pembangunan tempat rehabilitasi untuk masyarakat Indonesia bagian Timur yang terletak di Makassar Sulawesi Selatan, sedangkan untuk Indonesia bagian Tengah di Samarinda Kalimantan Timur, sementara tahun depan untuk masyarakat Indonesia bagian Barat, akan dibangun di Pagar Alam Sumatera Selatan.
-
Penyiapan jejaring institusi wajib lapor bagi pecandu narkoba hingga Puskesmas seluruh Indonesia.
-
Penguatan pengamanan pintu-pintu masuk jaringan sindikat peredaran gelap narkoba dari luarnegeri.
-
Terus meningkatkan operasional penegakan hukum guna menghancurkan jaringan sindikat narkoba yang berasal dari dalam negeri, dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum berbagai negara untuk menghancurkan sumber jaringan sindikat luarnegeri.
-
Melakukan konsolidasi nasional sebagai pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional dibidang P4GN tahun 2011-2015. (DPT)