
KNPI yang nanti pada tanggal 23 Juli akan merayakan Hari Ulangtahunnya yang ke-38, saat ini sedang mengalami suatu 'ujian' mengenai eksistensinya, oleh karena masih berjalannya dualisme kepemimpinan DPP, yakni antara Azis Syamsuddin dan Ahmad Doli Kurnia, sekalipun PN Jakarta Selatan telah memutuskan bahwa Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia adalah pihak yang konstitusional.
Meskipun masih ada pihak yang mengklaim, bahwa keputusan PN Jakarta Selatan belum in-craht (berkekuatan hukum tetap), tetapi konsolidasi DPP KNPI dibawah kepemimpinan Ahmad Doli Kurnia terhadap OKP-OKP tingkat nasional, dalam rangka penyelenggaraan kongres 'penyatuan', tetap dilaksanakan.
Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia pada saat Peneguhan dan Rakernas I DPP GAMKI periode 2011-2014, yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya pada tanggal 14-17 Juli 2011 lalu, hadir memberikan Kata Sambutan kepada Ketua Umum DPP GAMKI terpilih Michael Wattimena, SE, MM. Kehadiran Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia dalam momentum Peneguhan dan Rakernas I DPP GAMKI tersebut, merupakan isyarat bahwa GAMKI konsisten berada dalam lingkup DPP KNPI yang konstitusional.
Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia yang saat itu hadir didampingi oleh Sekjen DPP KNPI Pahlevi Pangerang dan beberapa Ketua DPP, seperti Muhammad Akbar Notonegoro dan Paul Hutajulu, menyatakan bahwa dirinya mempunyai hubungan psikologis tersendiri terhadap organisasi kristiani, seperti GAMKI, selain oleh karena pernah mengenyam pendidikan di sekolah kristen, tetapi juga terkait dengan KNPI, bahwa GAMKI dan GMKI adalah 'orangtua' yang melahirkan KNPI pada 23 Juli 1973. (DPT)