
Lomba Perencanaan Pembangunan dan Penataan Kota (LP3K) yang diselenggarakan oleh DPP KNPI, telah berakhir pada 26 Juli 2011, dan pemenang lomba diperoleh Tim Bogor dengan materi presentasi berjudul " Penataan Pusat Kota Kecamatan Cigombong".
Tim Bogor yang beranggotakan Rino Sinurat, ST, M.Si dan Hanifah, S.Si, M.Si, dalam mempersiapkan materi presentasi lomba, mengusung pendekatan model penataan komprehensif kluster berwawasan ekologi, dengan mengambil sampel kota Kecamatan Cigombong-Bogor.
Gambaran abstrak dari materi presentasi Tim Bogor, dikatakan pemanfaatan ruang kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) dilakukan dengan pendekatan eco-region, memiliki keterkaitan hulu-hilir.
Kabupaten Bogor yang terletak di bagian hulu kawasan Jabodetabekpunjur, memiliki fungsi utama sebagai mitra utama wilayah DKI Jakarta dalam pengembangan permukiman perkotaan dan pedesaan; wilayah konservasi dalam tata air kawasan Jabodetabekpunjur, dan wilayah sentra produksi pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura. Selanjutnya dengan kebijakan penataan komprehensif dari makro ke mikro, untuk menentukan model perancangan pusat yang tepat.
Penataan pusat kota Kecamatan Cigombong yang terletak di wilayah hulu Kabupaten Bogor, dilakukan berdasarkan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD mengintegrasikan pusat pemerintahan, fasilitas perdagangan/perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga serta hunian yang dapat dicapai dengan berjalan kaki ataupun bersepeda (radius pedestrian), dari transit titik massal (akses Kereta Api/Komunter).
Konsep TOD dipilih dengan tujuan untuk mengendalikan pertumbuhan kawasan terbangun disepanjang jalan utama, dan membentuk sebuah kawasan perkotaan terpusat yang memaksimumkan pemanfaatan ruang untuk pejalan kaki, nyaman dengan pelayanan fasilitas perkotaan yang efisien dan dapat memproteksi daerah konservasi. (DPT)